Terima Kasih?

batik

Bersyukur sudah hati ini, dan hati semua masyarakat Indonesia ketika hari jumat pekan lalu bahwasanya batik telah resmi diakui sebagai salah satu benda asli milik bangsa Indonesia dan telah diresmikan oleh UNESCO.

Ketika berkali-kali hati kita tersakiti oleh yang katanya “saudara” karena dianggap dekat secara geografis tapi telah melukai bangsa ini karena mengakui berbagai benda, makanan bahkan budaya sebagai miliknya.

Tak sampai disitu para TKI dari Indonesia telah mendapatkan perlakuan yang tidak layak, layaknya manusia yang merdeka, mereka dipukul, ditendang bahkan berbagai perlakuan yang tidak manusiawi lainnya telah diteriam aoleh pahlawan devisa kita ini.

Oleh karenanyaa ketika batik diakui sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia, hati ini senang gembira tak terukir, karena notabene tetangga “sebelah” ini juga mengakui salah satu budaya kita ini miliknya, jadi wajar ketika UNESCO mengesahkannya warga Indonesia senang tiada kepalang.

Berbagai caci maki dan sumpah serapah telah ditumpahkan bagi tetangga sebelah ini, karena telah memanaskan suasana yang sedang adem ayemnya ini dengan mengklarifikasi berbagai budaya dan lain-lainnya sebagai miliknya. Namun dibalik itu, kita juga patut berterima kasih kepada mereka (“tetangga sebelah”-red) ini, karena mereka pula lah kita jadi mengerti akan kehilangan sesuatu yang mungkin oleh kita disepelekan tapi mempunyai value yang tinggi, kita jadi lebih menghargai budaya tradisional ynag mulai terkikis budaya modern nan ambigu.

Kapan kita terakhir kali melihat anak muda kita memakai busana daerahnya? entah itu batik, kebaya maupun yang lainnya. Kapan kita terakhir kali melihat anak muda yang memakai batik ke ancol? ketika UNESCO meresmikan batik sebagai aset milik Indonesia, berbondong-bondong mulai dari anak sekolah memakai pakaian bernuansa batik, orang kantoran pegawai negeri dan lain sebagainya, sampai-sampai dikampus saya hampir satu fakultas memakai batik. Bukannya saya tidak setuju, tapi apakah harus ada pengakuan dari bangsa asing baru kemudian kita ingat aset bangsa ini. Jadi Terima kasih “tetangga” berkat kau masyarakat kami jadi ingat akan budaya dasarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: