ngulik sana-sini

Kembali ke blog (sambil gaya kaya tukul 😆 )…..

Imlek datang barongsai senang hehehe, selamat bagi yang merayakan hari besar china ini Gong xi fa chai (benerin ya kalo salah ).

Wah kemarin abis ngobrol ngalor ngidul sama kakak kelas jauh (tua soalnya heheh), yang kita obrolin ini mulai dari SMS samapi kartu Remi.

Pertama adalah sms, ya layanan pesan singkat ini sangat memuaskan pelanggannya, sampai-sampai saya pun termasuk maniak akan sms ini (padahal bokek gak kuat buat nelpon hehehhe). Kalau ditelusuri lebih lanjut seluk beluk sms ini, banyak sekali kejadian lucu yang terungkap, mulai dari salah kirim sms, salah tulis, atau slah menafsirkan arti tulisan, karena sms berbeda dengan surat yang tulisannya memang benar, tapi sms hanya menggunakan singkatan-singkatan yang etrkadang si penerima tak mengerti, bahkan bisa membuat pusing si penerima.

Kemudian ada yang salah persepsi ketika membaca sms, ada beberapa orang laki-laki (kebanyakan sih kayaknya) heheheh yang ketika di sms oleh wanita dengan perkataan misalnya : “Udah makan lum?

akan merasa senang walaupun yang mengirim belum tentu ikhlas untuk menulisnya, tapi akan mendapatkan respon : udah kamu? dengan gaya yang sok lembut (heheeheh). Tapi ketika laki-laki yang mengirimkan pesan seperti diatas menanyakan makan atau belum pasti akan dijawab: apaan sih lo? sok perhatian banget deh (heheheheh).

Jadi sms itu menurut aku unik banget loh, karena disukai oleh lapisan masyarakat (heheheh kayaknya aku doang yah), dan mempunyai keunikan tersendiri bagi si pengirim atau si penerima.

4 thoughts on “ngulik sana-sini

  1. badruz Februari 14, 2010 pukul 2:36 pm Reply

    selamat ber sms an saja😆

  2. coolk45 Februari 15, 2010 pukul 3:39 am Reply
  3. nadiafriza Februari 15, 2010 pukul 9:37 am Reply

    itu dia yang membingungkan.. kenapa sms harus disingkat2 ya? padahal kan.. “udh mkn blm?” dengan “udah makan belum?” sama aja biaya kirimnya..? *yaa kecuali kalau pake provider yang dikeluarin bakrie itu sih hehe*

    saya pernah baca artikel di reader’s digest *lupa edisi kapan* dengan judul: SAVE OUR VOWELS. intinya adalah keprihatinan sang penulis dengan penulisan yang berkembang belakangan ini.. yang sering disingkat2 dengan menghilangkan huruf vokal. beliau adalah orang india… dan sepertinya wabah ini memang sudah menyerang seluruh dunia

    *terimakasih karena sudah diizinkan ngelantur disini*

    • firmatha Februari 20, 2010 pukul 9:45 am Reply

      wah mba nadia ini kayaknya jago nih dalam dunia per-SMS-an hehehhe
      silahkan mba jangan pernah bosen yah…
      tulisan saya juga tuh ngelantur mba setelah saya liat2 hehehe😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: