Ombak itu mulai datang

Wah ingatan itu datang kembali, yupzzz setelah mulai terlupakan perkataan salah seorang temaan yang sudah saya anggap saudara sendiri itu kembali hadir…”tha kamu pindah fakultas aja, ke FISIP” celetuknya kemudian diiringi celetukan berikutnya…” coba sekarang IP kamu berapa ” belum sempat aku menjawab dia menembakku dengan kata-kata “daripada kuliahmu dijurusan ini terbengkalai dan sibuk ngurus sana-sini jadi aktivis (katanya) yang gak tau mau kemana?” SKAK!!!!. Aku jadi terdiam dan dengan berbagai perbincangan aku berhasil lolos dari pembicaraan yang membuatku tak nyaman.

Ya memang ketika aku masuk jurusan ini aku berbeda dengan yang lain yang hanya ikut-ikutan teman, aku niat masuk jurusan ini karena menurutku mungkin ini jalanku, dengan berbagai pengorbanan dan sepercik penderitaan aku berhasil masuk jurusan ini walaupun basic yang aku punyai belum mumpuni, tapi insya ALLAH dengan ridhanya aku bisa.

Pergaulanku diorganisasi bisa dibilang cukup meroket karena diawal-awal saja aku bisa cukup dikenal, jadilah aku orang yang sok sibuk dan mondar-mandir kesana-kemari dan sedikit melupakan tugas utamaku.

Kembali ke tulisan diawal yang diucapkan oleh temanku itu, jadi terfikir kembali walaupun aku ‘gak mungkin pindah fakultas tapi harus ada perbedaan dalam diriku menyambut semester depan ya meskipun aku gak mungkin sampai pindah, seharusnya aku harus memperbaiki  kuliahku yang agak goyah dan kembali ke awal mula aku masuk kuliah yang berrsikap idealis dalam menatap kuliah.

Semoga perkataan temanku membuatku tersadar akan kehidupanku dan bisa survive dalam menghadapi kerasnya kampus. Aku yakin walaupun sekarang aku gak bisa, mungkin besok bisa dan mampu membuat orang disekelilingku bangga.

Semoga terjangan ombak berganti menjadi desiran air laut yang yang menghampiri daratan.

7 thoughts on “Ombak itu mulai datang

  1. badruz Februari 20, 2010 pukul 4:13 pm Reply

    semoga apa yang dalam hati bisa terwujud..

    salam.

  2. agnessekar Februari 21, 2010 pukul 3:31 am Reply

    Selamat siang Firmatha, kematangan dan kedewasaan itu tentunya harus kita tampakkan setiap saat, bukan saja dalam keluarga. tetapi pada kesempatan lainpun kedewasaan itu sama pentingnya. Bagaimana sikap dewasa kita dalam memutuskan pendidikan untuk masa depan, memutuskan dalam memilih tujuan hidup, akan memberikan citra siapa diri kita yg sebenarnya. Kita senantiasa mengupayakan dapat mengendalikan emosi untuk menentukan pilihan hidup yang mengarah pada tujuan. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  3. nadiafriza Februari 21, 2010 pukul 2:54 pm Reply

    “jadi aktivis (katanya) yang gak tau mau kemana” >> JLEB
    saya yang ga jadi aktivis aja ga mau kemana.. ampas emang :l

  4. kyaine Februari 21, 2010 pukul 3:03 pm Reply

    jd aktivis kampus, nanti akan terasa manfaatnya ketika terjun ke dunia kerja. ini pengalaman saya loh ya.
    satu hal yg nggak boleh terabaikan adalah ttp di tugas utama : kuliah.

  5. kank_ripay Februari 21, 2010 pukul 8:03 pm Reply

    terus semngat aja mas…

  6. Blog Inspirasi Maret 1, 2010 pukul 10:13 am Reply

    salam kenal..
    semoga sukses dlm kegiatan berorganisasi di kampus..🙂

  7. firmatha Maret 1, 2010 pukul 2:04 pm Reply

    terima kasih buat semua atas supportnya….good bless you…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: