Siapa sih Kita?

Bukan bermaksud menantang atau memberikan pertanyaan yang memojokkan, tapi itu buat refleksi kita saja sesama manusia yang ingin jalan hidupnya lurus, tapi jangan dikira tulisan ini benar 100%, wong isinya cuma dagelan yang kalau ada sedikit benar itu datangnya dari Yang Maha Kuasa dan kalau salah itu mungkin dari saya yang sedang khilaf, jadi mohon maaf ya.

Pernah gak sih anda merasa jenuh akan kehidupan ini? Pernah gak sih anda muak melihat kenyataan yang terjadi? kalau pertanyaan itu ditujukan pada saya, pasti jawabannya iya, mungkin anda tidak.

Ya jenuh akan kehidupan dunia yang penuh dengan keglamouran yang semu yang saya juga terlibat didalamnya, muak dengan keadaan di negara ini yang seakan-akan gak ada habisnya persoalan, hilang satu tumbuh 2 masalah. Bukan saya sok idealis atau sejenisnya, tapi memang ada dibagian hati saya yang gak rela melihat kebobrokan terjadi dinegara ini, walaupun dibagian hati yang lain mungkin berkata “nanti kamu juga begitu” , dan di sisi hati yang lain berkata “kamu itu munafik!!!! kesalahan orang lain kau ucapkan, tapi kesalahanmu sendiri kau tutupi seperti menutup dengan selimut”, saya memang munafik, tapi mungkin anda tidak.

Persoalan korupsi gak habis-habis, padahal uangnya mungkin sudah habis. Yupz korupsi memang lumayan susah dijelaskan secara teori, tapi mungkin kelewat gampang kalau dipraktekkan. Ya cobalah korupsi bisa dimulai dengan yang kecil, contohnya seorang anak yang disuruh oleh bapaknya untuk membeli sebungkus rokok diwarung, memberinya uang 10 ribu rupiah, dan ketika sampai di warung membeli sebungkus rokok dengan harga 9 ribu rupiah, tapi tatkala pulang si anak memberikan rokok dan mengatakan “pas pak 10 ribu” mungkin maksud si anak ini bercanda dan memang si bapak pun ikhlas saja wong anak sendiri.

Tapi tau gak? memang budaya seperti ini sudah lazim dari dulu, jadi jangan heran tatkala seseorang mempunyai wewenang bisa disalahgunakan. Susah untuk merubah budaya seperti ini, karena saya juga terlibat dalam hal ini!.

Seringkali pergolakan hati dan fikiran saya tentang arena kehidupan ini dan mulai bertanya siapa sih kita?

Dan seringkali pula ketika saya berbincang dengan sahabat berkata siapa sih kita? “dan jawaban sebelah hati adalah, manusia yang mempunyai banyak dosa, tapi tidak mau merasa berdosa”

Saya munafik tapi mungkin anda tidak!.

Tagged: ,

10 thoughts on “Siapa sih Kita?

  1. Udin Hamd April 6, 2010 pukul 11:13 pm Reply

    Kunjung perdana dpet pertamax
    . . . .

  2. Udin Hamd April 6, 2010 pukul 11:14 pm Reply

    Gan, waktu di benahi dong?
    Gak sesuai ni. . . .

  3. harikuhariini April 7, 2010 pukul 12:05 am Reply

    Hmm..sepertinya saya jg akan memberikan jawabn yg sama dgn kalimat terakhr di paragraph nomer 2 terakhr. Hehe..
    Akhrnya mampir jg nh.

  4. Asop April 7, 2010 pukul 12:33 am Reply

    Refleksi yang bagus….
    Udah lama saya ga berpikir secara mendalam seperti Mas Atha…..
    Dan memang… saya ingat saya pernah bertanya-tanya juga, kenapa sih Indonesia seperti ini? Apa yang salah? Kenapa sih orang di sekitar saya seperti ini?
    Dan akhirnya saya sadar, bahwa saya sendiri juga belum menjadi seorang manusia yang baik. Masih harus terus meningkatkan kualitas diri ini.
    Saya setuju, saya rasa kita ini manusia (yang PASTI punya banyak dosa) tapi tidak mau mengakui dosa kita.

  5. zee April 7, 2010 pukul 2:05 am Reply

    Kalau bicara muak dan jenuh, pasti semua orang berpikiran yang sama soal kejenuhan melihat negara ini. Tapi kalau untuk diri sendiri, rasanya tidak jenuh. Sebisa mungkin kita berusaha menjauhkan sifat-2 jelek itu dari diri kita, biar negara ini pelan-pelan (meskipun lama) bisa jadi benar.

  6. Panduan Blogging April 7, 2010 pukul 5:31 am Reply

    Tidak juga, karena kebanyakan orang didunia ini munafik, apalagi orang-orang barat. Contohnya dari segi tulisan one, di baca wan. Munafik khan.

  7. cow April 7, 2010 pukul 5:40 pm Reply

    walaupun saya suka menulis diblog dan memiliki lebih dari satu blog,saya juga masih belum PD bila menyebut diri saya blogger sejati. Tapi kita memang harus selalu bertanya siapa sih diri kita supaya kita tidak pernah lupa siapa diri kita

    salam kenal

    • firmatha April 8, 2010 pukul 10:17 am Reply

      perbedaan pendapat dihargai disini😆
      terima kasih semua atas kunjungannya

  8. nadiafriza April 9, 2010 pukul 8:37 pm Reply

    ” tapi tatkala pulang si anak memberikan rokok dan mengatakan “pas pak 10 ribu” mungkin maksud si anak ini bercanda” >> gw yakin itu bukan bercanda tapi emang niat nilep duit babeh sendiri🙂

    • firmatha April 11, 2010 pukul 2:03 pm Reply

      mungkin juga tuh mba nadia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: